Jumat, 27 Juli 2012

setiap kali romadhon datang pasti teringat jaman kecil tiap sore berduyun-duyun pergi ke alon2 kota hanya sekedar mendengar suara blanggur sebagai tanda berbuka dan yang pa;ing tak terlupakan ketika blanggur tidak meletus seperti biasanya, meletus diangkasa tapi meletus di tempat dan bleng beberapa anak terluka di bagaian kepala, termasuk aku dan seisi kampungpun geger ndase pecah, ndase rengat, dan yang palinh terkesan ketika nenek tua seorang keturunan cina memberi beberapa receh rupiah untuk naik becak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar