setiap kali romadhon datang
pasti teringat jaman kecil
tiap sore berduyun-duyun pergi ke alon2 kota
hanya sekedar mendengar suara blanggur
sebagai tanda berbuka
dan yang pa;ing tak terlupakan
ketika blanggur tidak meletus seperti biasanya, meletus diangkasa
tapi meletus di tempat
dan
bleng
beberapa anak terluka di bagaian kepala, termasuk aku
dan
seisi kampungpun geger
ndase pecah, ndase rengat,
dan yang palinh terkesan
ketika nenek tua seorang keturunan cina
memberi beberapa receh rupiah untuk naik becak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar