Jumat, 27 Juli 2012

setiap kali romadhon datang pasti teringat jaman kecil tiap sore berduyun-duyun pergi ke alon2 kota hanya sekedar mendengar suara blanggur sebagai tanda berbuka dan yang pa;ing tak terlupakan ketika blanggur tidak meletus seperti biasanya, meletus diangkasa tapi meletus di tempat dan bleng beberapa anak terluka di bagaian kepala, termasuk aku dan seisi kampungpun geger ndase pecah, ndase rengat, dan yang palinh terkesan ketika nenek tua seorang keturunan cina memberi beberapa receh rupiah untuk naik becak

Kamis, 19 Juli 2012

tiba - tiba

Dan Tiba tiba aja ia menghampiri sambil terengah-engah dan bertanya, pak ayamku umur sekian minggu kog belum bertelur, trus pakannya berapa, lampunya berapa lama dan ini, dan itu........... Dan ketika ditanya emangnya kamu pelihara ayam? jumlahnya berapa? strainnya apa? Dengan semangat ia menjawab, ia pak, jumlahnya sekian ratus, strain nggak tahu tapi warnanya coklat. Kemudian ditanya lagi kamu tau nggak cara pelihara ayam, dengan enteng dijawab nggak tau, aku hanya tergiur harga telur yang terus naik menjelang bulan puasa dan lebaran. Itulah sedikit gambaran dari banyak orang, kadang-kadang mereka selalu melihat keberhasilan orang lain lalu tergiur, hanya didukung permodalan ( yang mungkin hasil utangan )tanpa persiapan kemampuan yang mumpuni mereka mencoba bertarung dalam kancah yang siap menelan siapapun yang lemah. Tapi klo gak nekat, trus kapan berhasil ? Nekatlah tapi jang lupa isi dulu kemampuanmu, pasti kesuksesan memunggu